Tampilkan postingan dengan label Hoby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hoby. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2009

Tamiya Standar Nasional (Sloop)


Membangun tamiya type standar nasional atau sloop

  1. Mobil Tamiya (saran original) chassis super-1
  2. Stik fiber untuk bemper yang tebal 3mm (saran fiber putih lebih kuat)
  3. Tiang bisa pake tiang baja sloop atau pake tiang tanam... (bahan angkur atau nachi lebih kuat)
  4. Akar .. silahkan menggunakan akar lentur agar tidak mudah patah
  5. Penguat depan (stut depan) bisa menggunakan yang berbahan kevlar atau fiber resin...
  6. Sambungan akar.. disarankan menggunakan bahan fiber putih agar lebih kuat
  7. Araldite untuk mengecor penguat depan agar bumper depan menjadi lebih kuat
  8. Break belakang.. dapat menggunakan stik fiber gunanya untuk meratakan posisi mobil ketika melewati sloop
  9. Tabung... auldey yang bearing sudah cukup.
  10. Gear 3.. gunakan hitam coklat untuk rpm dan biru hijau untuk lebih ke torsi
  11. Roler secara umum menggunakan roler dural kemudian di tumpuk roler teflon diatasnya untuk masing2 tiang.. ukuran yang standar digunakan adalah 18 dan 20... hanya untuk hasil yang maksimal.. disesuaikan dengan lebar mobil dan posisi lubang pada bemper fiber... max untuk sloop adalah 10.4 atau 10.5 cm (antar ujung roler antar tiang).
  12. Penguat samping.. bisa menggunakan yang sudah jadi atau bisa menggunakan fiber 0.5mm atau 1 mm yang dipotong disesuaikan dengan kondisi yang diinginkan.
  13. Fiber ini juga bisa digunakan untuk menguatkan dudukan bearing di chassis... atau dapat menggunakan penguat bearing
  14. Angkur untuk gulung.. bisa menggunakan angkur hjh super ukuran 8 - 12 mm.
  15. Kawat... pake philips aja.. atau buat yang masih belajar pake yang biasa aja dulu.
  16. Velg biasa menggunakan velg teflon.. ukuran 20-21... dengan ban california dengan diameter (berikut ban) 22 atau 22.5mm
  17. Velg depan bisa menggunakan velg kancing dengan bahan teflon... ukuran 20-22.
  18. As disarankan menggunakan as nachi.. untuk depan dan belakang.. karena lebih awet.
  19. Bearing.. dengan ukuran 2x6
  20. Terminal disarankan menggunakan terminal original tamiya.. karena penghantarnya lebih bagus.

Tamiya SpeedChecker



Di kalangan penghobi mini4wd speedchecker merupakan sesuatu yang penting untuk kita dapat melakukan pengukuran terhadap mobil kita.

Dalam speedchecker ini Pengukuran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Menggunakan Mode Kecepatan (km/h) Hidupkan speedchecker, kemudian letakkan mobil dalam kondisi berjalan dan letakkan di atas bantalan putar. Setelah gambar mobil di layar berhenti berkedip tekan tombol ”Start”, perhatikan terus hingga terdengar beep panjang beberapa kali tanda pengukuran telah selesai. Speedchecker akan menampilkan nilai pengukuran tertinggi dari seluruh pengukuran. Hasil dari pengukuran ini adalah Kecepatan Maksimum yang ditempuh oleh mobil dalam satuan km/h

2. Menggunakan Mode Jarak Tempuh Hidupkan speedchecker, tekan tombol ”Select” sehingga layar menampilkan angka ”300” (angka tersebut adalah representasi dari jarak tempuh 300 meter ) kemudian letakkan mobil dalam kondisi berjalan dan letakkan di atas bantalan putar. Setelah gambar mobil di layar berhenti berkedip tekan tombol ”Start”, angka akan berganti menjadi waktu yang kita tempuh untuk mencapai 300 meter jarak tempuh.

Jarak tempuh pada saat pengukuran di representasikan dengan ”bar” yang makin lama makin berkurang, setelah semua bar menghilang tandanya kita telah menempuh sejauh 300 meter dan pengukuran telah selesai. Hasil yang didapat adalah waktu tempuh sepanjang 300 meter dalam satuan detik (s)

Catt : Pada pengukuran menggunakan mode jarak tempuh ini kita dapat mengatur jarak tempuh kurang dari 300 meter.


Pengukuran kec > 99 km/h
Pada mode pengukuran nomor 2 sering kita gunakan untuk mengukur kecepatan yang melebihi 100 km/h.
Perhitungan yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan rumus di bawah ini

Kecepatan (km/h) = (Jarak / waktu tempuh) X (3600/1000)

Contoh :
Jarak Tempuh = 300 meter
Waktu tempuh = 10 detik
Menggunakan rumus di atas :
Kecepatan = (300/10) x 3,6 = 108 km/h


Pengukuran RPM Ban
Rotation Per Minute atau RPM secara sederhana juga dapat diukur menggunakan cara nomor 2 yaitu dengan rumus :

RPM = ((60 / waktu tempuh) x jarak tempuh ) / keliling Ban

Contoh :
Keliling ban = 5cm = 0,05 meter
Jarak Tempuh = 300 meter
Waktu Tempuh = 10 detik
Menggunakan rumus :
RPM = ((60/10) x 300) / 0.05 = 36.000 rpm


Sepintas memang alat ini adalah miniatur dari dynotest yang biasa kita jumpai di bengkel-bengkel Dynotest tapi ternyata fasilitas yang disediakan oleh speedchecker ini tidak selengkap yang biasa kita jumpai di bengkel-bengkel dynotest. Di speedchecker kita hanya bisa mengukur kecepatan, waktu tempuh dan RPM karena parameter yang disediakan hanya berdasarkan putaran ban. Sementara DynoTest selain kecepatan juga menyediakan perhitungan Horse Power (HP = Torque x RPM), Torque dengan perhitungan Gaya Putar Piston kendaraan dengan satuan Newton dikalikan dengan Jarak dengan satuan meter (Torque = F x r) dan lebih spesifik Dynotest dapat pula menghitung putaran mesin bukan putaran ban seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Secara umum speedchecker sudah sangat membantu mengetahui parameter yang ada di mesin kita, walaupun tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya, karena ketika kita menjalankan mobil di track maka faktor-faktor lain seperti derajat tiang, kondisi dan jenis ban, jenis dan jumlah roler, gaya gesekan statis dan kinetis dengan track, serta kondisi dan track pada saat pengukuran dan lain-lain amat mempengaruhi perhitungan kecepatan yang di hasilkan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa speedchecker dapat digunakan hanya untuk pengukuran awal dan bukan pengukuran detil lanjutan karena untuk hal tersebut dibutuhkan beberapa parameter yang tidak dapat kita dapatkan pada speedchecker.


Semoga Membantu :)

Referensi :
http://saft7.com/?p=368 http://triatmono.wordpress.com/2007/07/09/pilih-mana-torsi-vs-power/
http://en.wikipedia.org/wiki/Torque
http://en.wikipedia.org/wiki/Horse_power
http://en.wikipedia.org/wiki/Speed

Speed/Drag


Tips setingan untuk mobil speed....!!!!!!!!


Setingan roler kanan kiri itu kalo yg atas buat setingan nyepet pake sigmat kalo di ukur jatuh nya 11-5 tapi kalo buat longgar jatoh nya 11 pas tergantung kita aja, misal nya pake roler 16 mm tinggal di bubut atas bawah sampe ukuran nya 11-5 or 11 pas tergantung kita....!!!and roler bawah itu ukuran nya kurangin 3mili dari ukuran roler atas jadi kalo di ukur sigmat jatuh nya 11 - 2.
Rata-rata track sekarang kan pake veludrom jadi kalo kita mao maen aman setingan di bikin nyepet aja minimal pake setingan roler 11-5.
Untuk drajat gak perlu ngandelin drajat dari stick depan cukup dari ukuran ban aja menurut gw yg enak tuh pake pelk 21 itu baru pelk aja kalo di tambah ban yg blom di bubut bisa 26 jatoh nya trus di bubut aja sampe ukuran ban 25 paling minim 24 jadi stick depan gak usah di taroin drajat cukup di seting lurus saja.


Settingan speed flyover (velodrom)

Ukuran mobil nggak perlu terlalu rapat, buat aja 11,3 cm roler atas. roler bawahnya sekitar 11-11,1 cm kalo dibuat rapat mobil kehilangan rpm di track lurusnya.
Kalo takut keluar di flyovernya, tambahin wheelie bar (stik + bearing) dibelakang. jadi saat mobilnya terangkat yang nyentuh arena bearingnya.
Kalau ukuran velg mulai 21 - 26mm kepake semua tinggal nyocokin karakter arenanya.

Bemper kalo bisa cari bahan yang ringan tapi kuat, mis: karbon kevlar, dengan tebal 2 mm kekuatannya sama kaya fiber 3 mm.



Batre sanyo 1000cc jgn lupa cas ampe penuh
Pake bearing super lancar tuk ban n roller
Pake ban yg bukan spin, usahakan ban velg as n roller ga mencang mencong
Pake magnet yg strong, tabungnya yg ada bearing.
Lilit angkur 12mm super hjh dengan lilitan double 0.6mm 10-10
Pake gear 17-26.

Untuk menghasilkan kecepatan yang maksimal diperlukan settingan yang maksimal pula. Disamping berat mobil harus ringan dan mesin yang cepat, jangan lupa settingan gir harus dirubah. Sekarang kita mencoba membahas permainan gir pada mobil. Di dalam bahasan situs OprekMini4WD tentang gir disebutkan "Kecepatan akan bertambah apabila gir dinamo semakin besar dan gir roda semakin kecil tetapi akselerasi akan berkurang, begitupun sebaliknya". Jadi kesimpulannya sesuaikan dengan jenis track, kalo banyak tikungan ya pake "akselerasi", kalo banyak lurus ya pake "kecepatan", kalo sedang ya pake antara "akselerasi" dengan "kecepatan". Untuk hasil maksimal perlu dilakukan tes langsung dilapangan.

Pemasangan gir tidak boleh terlalu rapat, agar bisa bergerak ringan dan bebas, tapi juga jangan terlalu renggang.....,yg penting bisa ringan tapi tetap "menggigit"

Kumpulan Skema gulungan Dinamo